Rabu, 26 Desember 2012

1. Entah


Entah darimana kumulai cerita ini, mungkin dari saat hati ini berdebar saat mengingat setiap senyummu yang mampu dan selalu mampu membuat aku gugup, atau mungkin saat  kamu membuat hati ini hancur berkeping-keping saat kamu meninggalkan aku berdiri bagai arca batu yang tak punya hati.

Sudah 10 tahun berlalu, sudah berulang kali ku menepis semua kenangan, setiap saat manis saat bersamamu, menghabiskan sore yang tua, tak bisa ku buang semua, jujur…berulang kali ku delete namamu dari hatiku, tapi selalu aku cari lagi di recycle bin dan ku restore kembali, karena aku tak mau kehilangan kamu dalam kenangan, cerita ini hanya dapat aku sembunyikan dalam suatu ruang di hati, aku simpan semua kenangan kita dalam suatu bingkai hati, yang akan aku lihat lagi dan lagi.

Rasanya baru kemarin aku duduk disamping kamu, mengantar pulang kerja dengan mobil jemputan yang di piloti bang Ucrit, menyusuri jalan gunung sindur yang bergelombang bak tsunami, pura-pura mendengarkan dengan setia apa yang kamu ceritakan, karena bagian itu aku ga’ suka, tapi mungkin menarik buat kamu untuk menceritakannya berkali-kali tentang dia, siapa itu…..pacar kamu ya..

Menyenangkan ternyata mengenal cewek secantik kamu, walau jidat rada jenonk tapi senyum kamu membuat hati ini yang semula memandang kamu sebelah mata karena kamu MATRE menjadi dua belah mata malah melotot

Entah darimana pikiran gila itu tiba-tiba mampir di otak aku, atau mungkin aku ini orang yang mudah jatuh cinta, atau apalah….aku pikir bukanlah hal yang aneh seorang cowok jatuh cinta dengan wanita secantik kamu, tapi, kamukan sudah punya pacar, what the hell! Pokoknya aku jatuh cinta….

Jatuh cinta kepada kamu mudah sekali, tapi aku yakin banget akan lebih susah mengungkapkannya kepada kamu, apalagi buat cowok kaya aku, ga tampan, ga kaya, ga banget deh…tapi kamu kan dah punya cowok, ganteng lagi…..biarlah, untuk cewek secantik kamu apapun boleh dicoba…

Seharusnya mata ini dah mesti diajak tidur karena entar malam mesti kerja lagi, ngirim roti, tapi ga mau merem juga ini mata,  mungkin karena otak yang ngajakin ga mau merem kali soalnya ngutek mikirin kata apa yang bakalan diucapin entar malem…beberapa ide muncul diotak, ga yakin berhasil sih, tapi setidaknya mesti dicoba.

Dengan sedikit tergesa aku berangkat kerja, mata masih perih soalnya baru skerejep tidur, bisa-bisa ngantuk ni kerja entar, tapi semua itu terhapus dengan keinginan segera  melihat senyum mentari sore

Indah sekali ternyata sore ini, mentari sedari tadi sudah berangkat ke ufuk barat, rembulan tiada ada di awang-awang, entah kemana mungkin takut bersaing dengan bidadari yang duduk disamping aku, widiiiih…..deg-degan ini hati karena siap-siap mengeluarkan jurus yang tadi siang di pelajari.

Berat rasanya lidah, apalagi dengan jawaban kamu yang sudah tidak sesuai dengan harapan, berkali-kali menelan ludah sampe kembung rasanya  perut, akhirnya aku keluarkan jurus terakhir
“ sebenarnya aku ada ga sih di hati kamu?” kataku penuh rasa ingin tau dan jujur aku ingin jawabannya itu ada
“ada…” kata kamu, wow, seneng banget mendengarnya
“ tapi segini……..” kamu menunjukan batapa kecilnya arti hadirku dihidup kamu dengan menunjukan kode di jari kelingkingdan itu membuat aku menelan ludah untuk yang kesekian kalinya.
“ ya udah ga papa deh, yang penting  ada..” kata aku sambil berusaha menghibur diri sendiri.

Tidak apa apa sekarang aku cuma sedikit dihati kamu, tapi lihat nanti, begitu tekad aku, terngiang lagunya Dewa 19 “ Risalah Cinta “
“aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku walau kau tak cinta”

0 comments:

Poskan Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus