HENTIKAN IMUNISASI

Stop Kill Indonesian's Kids with Vaccine

GUNUNG KAPUR MELEDAK

Prediksi 7 s.d 10 Juli 2016

13 Permintaan Anak

Permintaan Yang Tak Pernah Diucapkan

Ice Cube

Convert Into Muslim

Sabtu, 31 Oktober 2015

Hukuman Kebiri untuk fedofilia

dikarenakan sangat bencinya publik dengan kasus pedofilia dan kejahatan seksual yang terjadi di tanah air, sekelompok pihak mengusulkan hukuman kebiri atau kastrasi bagi pelakunya. Ide ini terbit dari Komisi Perlindungan anak Indonesia (KPAI), Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pendidikan Nasional.

Pengebirian akan berdampak pada penghilangan dorongan seksual, sehingga para pedofil bisa dicegah untuk memangsa korban baru. Dalam dunia medis, pengebirian dilakukan dengan dua cara; pembedahan dan suntikan kimiawi. Kebiri dengan pembedahan yakni pengangkatan (amputasi) testis sebagai tempat produksi hormon testosteron. Cara ini sudah ditinggalkan di dunia modern karena dianggap menentang HAM. Sedangkan cara kedua dengan menyuntikkan cairan kimiawi yang memusnahkan libido seksualnya. Kedua model kebiri ini sama-sama melumpuhkan fungsi organ vital laki-laki dalam hal seksualitas. Namun untuk jenis suntikan kimiawi, ada yang hanya bersifat sementara dan bisa pulih kembali.

Cara Membuat Email Gmail 2015

Google Mail atau Gmail merupakan layanan email gratis dari Google, cara membuat email gmail sendiri tidaklah sulit. Meskipun demikian namun faktanya saat ini banyak sekali orang yang belum bisa membuat akun email. Padahal kita hanya perlu memasukan beberapa data, dan itupun hanya memerlukan beberapa langkah saja, mudah sekali, ikuti langkah-langkahnya seperti dibawah yaa, cekidot
  1. Pertama klik tautan ini https://accounts.google.com/SignUp?service=mail
  2. Lalu isi data seperti gambar dibawah ini. Silahkan baca keterangan dibawah gambar. Jika semua sudah benar lalu klik "langkah selanjutnya"

Kamis, 29 Oktober 2015

27 Mahluk Legenda Dunia


Disetiap belahan dunia selalu saja ada makhlukyang menjadi legenda, jadi monster atau bahkan ada yang menjadi dewa yang dipuja, cekidot!!

          1. Pegasus

Pegasus adalah seekor kuda yang memiliki sayap putih lebar. Dalam mitologi yunani disebutkan bahwa Pegasus lahir dari darah Medusa saat Perseus memenggal kepalanya. Disebutkan juga bahwa Pegasus ditunggangi oleh Bellerophon untuk melawan Chimera. Pegasus adalah kuda yang mempunyai sayap dan penerbang yang unggul. Pegasus adalah hasil dari hubungan Medusa dan Poseidon yang menyakitkan. Lahir dari Medusa ketika kepalanya dipotong oleh Perseus. Dijinakkan ole Bellerophon dan melayaninya digunungnya selama petualangannya termasuk ketika Bellerophon membunuh Chimaera. Ketika Bellerophon ingin menerbangkan Pegasus ke gunung Olympus, dia dihempaskan oleh Zeus. Tetapi Pegasus tetap terbang dan berhasil tiba di gunung Olympus. Disinilah Pegasus menghabiskan hari-harinya dengan membawakan petir untuk Zeus.
 
            2. Dragon
Dragon atau naga adalah hewan dengan ukuran yang sangat menakjubkan. Mereka berbentuk reptil dan terkadang memiliki beberapa kepala dan dapat menghembuskan nafas api. Naga dipercaya dapat ditaklukan lewat music dan juga disebut-sebut sebagai dewa oleh beberapa suku.

Senin, 26 Oktober 2015

Penulis Gagal



Menulis adalah sesuatu yang tidak mudah buat gue, walaupun sebenernya hobi gue mengarang waktu plajaran bahasa Indonesia di SD, termasuk mengarang cerita bohong gue jagonya, tapi menuliskan sebuah cerita yang bagus dan menarik perhatian itu sesuatu banget, susah!, mungkin karena gue memulai segalanya dengan otodidak, tidak ada yang membimbing, atau memang gue ga’ bakat menulis kali, tapi ada seorang guru yang sering gue tanyain segala tentang menulis, dia adalah mbah google.
Pernah gue menulis sebuah novel yang gue ambil dari kisah nyata gue, sebuah perjuangan yang sangat berat untuk menyelesaikan novel ini terlebih karena sarana yang ga’ ada, computer jebol motherboardnya, akhirnya gue pinjem laptopnya Azi dan ade ipar gue, sempet sakit lama gue gara-gara sering begadang, tidur jam 1 atau jam 2 pagi dan mesti bangun lagi beberapa jam kemudian untuk sahur karena gue menulisnya pas bulan puasa,  penyakit gue sampai harus di operasi gara-gara  memicu penyakit yang lain.
Setelah novel selesai gue kontak teman gue galih yang kebetulan kerja disebuah penerbit, dia minta gue kirim synopsis novel gue lalu dia mengirimkannya ke editor, beberapa hari kemudian gue terima review novel gue yang di forward dari emailnya Galih, balasannya seperti ini……

Biro Jodoh Swanish

Swanish's Love Story-Part 29


Swanish dikenal juga dengan biro jodoh karena sudah banyak pasangan yang menikah karena terlibat cinlok di Swanish, sudah ada beberapa orang yang sudah menikah seperti adik gue Siti yang dulu recomended gue masuk Swanish, dia menikah dengan Samto (samin Tompel), QC roti Tawar tetangganya Bukhori Bohari si Belanda masih jauh, Encun akhirnya menikah dengan Makmun yang selalu mengidolakannya, pantas aja si Makmun melihat gue selalu dengan pandangan cemburu waktu itu, Syarif bolot yang akhirnya menikahi Tuti packaging roti tawar setelah berkelana di hutan rimba selama beberapa abad, Syahroni menikah dengan Yulin, orang kantor yang sering kita godain bareng pas Yulin baru masuk setelah kisahnya dengan Asti buntu ditengah jalan, karena alasan bla bla bla, gue akhirnya menikah dengan seorang mantan karyawan Swanish juga, dengan siapa? Nanti baca aja di buku gue yang kedua ya...

Seraut Wajah Dalam Lamunan

Swanish's Love Story - Part 28

Imaji

Gue asyik menikmati kelapa muda dibawah pohon jublek didepan warung nyokap gue di Gn. Kapur sambil baca notifikasi group WhatsApp Ikatan Alumni Nevar17 di hape, terlalu asyik gue mungkin hingga ngga sadar ada yang mendekati gue.
“Assalamu alaikumsuaranya terdengar akrab di telinga, gue mengangkat wajah gue yang sedari tadi ke hape, setengah ngga percaya gue melihat siapa yang ada didepan gue, astaga Shopie, ada angin apa dia tiba-tiba ada di depan gue
“wa alaikum salamgue masih terpaku melihat sosok yang ada didepan gue ini
“hallo...apa kabar? katanya sambil mengulurkan tangannya, gue menjabat tangan itu dengan sedikit gemetar
“hai, kabar baik, kamu sendirian kesini..?

Seraut Wajah Dalam Lamunan

Swanish's Love Story - Part 27

Imaji

Gue asyik menikmati kelapa muda dibawah pohon jublek didepan warung nyokap gue di Gn. Kapur sambil baca notifikasi group WhatsApp Ikatan Alumni Nevar17 di hape, terlalu asyik gue mungkin hingga ngga sadar ada yang mendekati gue.
“Assalamu alaikumsuaranya terdengar akrab di telinga, gue mengangkat wajah gue yang sedari tadi ke hape, setengah ngga percaya gue melihat siapa yang ada didepan gue, astaga Shopie, ada angin apa dia tiba-tiba ada di depan gue
“wa alaikum salamgue masih terpaku melihat sosok yang ada didepan gue ini
“hallo...apa kabar? katanya sambil mengulurkan tangannya, gue menjabat tangan itu dengan sedikit gemetar
“hai, kabar baik, kamu sendirian kesini..?

Seraut wajah dalam lamunan

Swanish's Love Story - Part 26

Divorce

13 februari 2012, senin malam selasa waktu baru menunjukan jam 8 malam lewat dikit, rasa lapar menyiksa saat baru pulang ngajar private di Sawangan, akhirnya gue mampir ke pecel ayam di samping Bakso tete, selalu menyenangkan makan disini, selain rasa bumbunya yang khas, berbeda dengan yang lain, ada juga sebauah cerita usang yang diam-diam masih ada dan gue sembunyikan dalam hati.
Rasa lapar membuat hidangan didepan gue cepat habis, luar binasa rasanya sudah lama gue ngga’ makan pecel ayam, ngga terlalu memperhatikan sekitar karena kenikmatan dunia ini, sepertinya ada yang memperhatikan gue sedari tadi dari meja sebelah gue, Astagaaa...Jenong.

Delete and Restore again

Swanish's Love Story - Part 25


Susah sekali menghapus Shopie dalam otak gue, andaikan saja otak gue punya tombol delete, pasti sudah gue hapus dia dari ingatan gue, pernah gue berusaha move on dengan mencari penggantinya, tak ada yang gue temukan yang lebih dari dia atau minimal sama lah, yang bisa bikin gue gregetan, deg-degan yang begitu dahsyatnya, apakah mungkin karena standar gue adalah dia, pernah beberapa kali pacaran tapi ga’ ada yang bertahan lama, sebulan, dua bulan, Oh my God!!
Pernah beberapa kali gue berhasil delete dia dari memory gue, tapi selalu gue restore dia dari recycle bin saat hubungan gue dengan perempuan lain itu kandas ditengah jalan.
Sesekali gue menelponnya dari wartel saat dia masih di pabrik sekedar untuk mengikis rindu, gue tau ini sudah ngga’ layak, sudah ngga’ pantas menelpon istri orang, habis gimana ya Allah, tak bisa gue pungkiri dia lebih menyakiti gue sekarang dengan bayangan dia yang masih tersenyum manis di benak gue tapi tak bisa gue gapai sedikitpun meskipun hanya sedetik saja.

Huwaaaa.... :’(

Swanish's Love Story - Part 24


Malam ini Shopie akan menikah, yang berarti setelah malam ini dia akan syah menjadi milik si perampas beruntung itu, sebuah malam yang sangat kelabu, sebuah malam yang akan selalu gue ingat bagaiamana rasanya sakit saat kehilangan dia.
Di luar rumah terdengar rintik hujan jatuh di atas genteng, malam ini gue ngga’ akan datang ke pernikahan lo neng, maaf!! Gue takut gue ngga’ akan kuat melihatnya, gue takut gue pingsan, atau tiba-tiba koma atau mungkin gue akan merampas lo dari si Gunawan dengan pistol air.
Andaikan kaya film-film india disaat orang yang dicintainya akan nikah dengan orang lain, si cowo' mantannya datang dan malah si perempuan yang akan nikah malah memilih nikah dengan mantannya itu dan ngga’ jadi nikah dengan calon suaminya, haduuuh kejauhan gue ngekhayalnya #efek stress ditinggal kawin ini.
 Yang pasti gue ngga’ akan datang, kecuali lo datang kesini, kerumah gue menjemput dan meminta gue buat secara langsung untuk melihat lo nikah, ngga’ mungkin banget ini khayalan gila lagi, itu hal-hal yang terlintas di pikiran gue malam ini, dan akhirnya yang gue lakukan cuma terkapar diatas tempat tidur sambil mendengarkan lagu galaunya slank

“ku merasakan sakit dan pedih sekali sejak engkau telah pergi, kau memberikan mimpi yang buruk sekali sejak engkau khianati”

Bangsat lo Cong!!!

Swanish's Love Story - Part 23

HAMPA, itulah yang gue rasakan semenjak dia telah dilamar, tidak ada semangat hidup sama sekali tapi gue harus kuat setegar batu karang seperti kata dia, berusaha menghibur diri sendiri, berusaha tersenyum didepan orang lain seolah ngga’ ada apa-apa, hampir ngga’ ada yang tau bagaimana perasaan gue yang sebenarnya, di floorpun Shopie tak berkata apa-apa, inilah akhir semuanya, kuatkan hamba ya Allah

Shopie masih menyempatkan diri untuk pulang dengan gue, walaupun aneh rasanya duduk disampingnya sekarang karena bukan lagi rasa sayang yang menggebu yang biasa gue rasakan bila duduk dekat dia, tapi rasa sedih dan kehilangan yang kini menyelimuti, ingin rasanya gue memeluk dia buat yang terakhir kali, ingin rasanya gue minta dia untuk tetap berada disamping gue, tapi sepertinya itu sudah ngga mungkin lagi
Andaikan saja ada tombol replay supaya bisa gue perbaiki semua dari awal supaya akhirnya tidak sepahit ini, atau setidaknya ada tombol pause supaya dia tidak akan pernah pergi jauh, I wish...

Gue Mau lo Kuat!

Swanish's Love Story Part 22

“asyiik entar malam libuur...” guman gue sambil kucek-kucek mata, jam menunjukan pukul 2 siang, untungnya tadi pas mau tidur gue mandi dulu jadi badan ngga’ lengket pas bangun tidur, katanya sii kalo habis begadang jangan mandi nanti masuk angin, gue sii mandi aja daripada entar gue kena bau badan, soalnya malemnya gue keringetan kalo loading sama bongkar di agen kalo ngga mandi gimana rasanya ya..
“telpon Shopie ah, ajak jalan entar..” kata gue dalam hati, udah lama ga makan diluar sejak gue ditarik lagi ke Bandung, gue pencet nomor telpon 616443, terdengar nada pilih beberapa kali, terdengar suara laki-laki yang menjawab diujung sana, gue ngga’ kenal suara ini, tapi dari aksennya kayanya gue kenal dah
“hallo...?” katanya
“halloo, shopienya ada?” kata gue to the point aja
“oke sebentar...” katanya, gue tunggu kira-kira semenit lebih, lalu terdengar suara diujung sana
“hallo..” katanya, gue menyapanya balik
“mau pulang jam berapa neng entar?...” kata gue langsung
“kayanya jam 5, kenapa?..”
“jangan pulang dulu, tunggu, entar gue jemput...”
“memangnya ga kerja?..”
“libuur,..ngomong-ngomong tadi siapa yang ngangkat?..”
“pak Aris..” katanya, yaa Pak Aris bener gue inget aksennya
“okedeh, sampai ketemu entar..” gagang telpon gue tutup setelah dia menutup telpon tentunya

Back To Bandung Lautan Asmara

Swanish's Love Story Part 21
 

Entah malam apa itu, gue ngga’ bisa mengingatnya dengan jelas, tapi sepertinya malam sabtu, karena gue sepertinya males banget kerja sekalian tanggung karena besoknya libur kerja ini karena badan gue panas, badan lemes banget rasanya
Efeknya sangat besar sekali karena ngga’ masuk kerja sehari itu, duit pendingan agen Mas Wasri yang sejuta perak ketauan sama orang kantor kalo duit itu gue pake dulu, haduuuh, kenapa kemarin gue nyantai aja ketika ngga’ masuk, ngga’ ada firasat sama sekali, gue lupa ama tuh duit pendingan karena badan gue lagi ngga’ bersahabat banget malam itu
Kasus ini lumayan kontroversial, para supervisor dan distribusi rapat intern, supervisor gue Pak Subur tepok-tepok jidat gara-gara masalah ini, dan alhasil hasil rapat itu gue di skors selama seminggu, nasiiib.
Bayangan yang pertama ada di otak gue karena ketauan pake uang perusahaan adalah gue dilaporkan ke polisi lalu gue dipenjara dan satu – satunya alasan gue dipenjara adalah gara-gara nolongin teman, bagaimana orang tua gue nanti kalo gue sampe di penjara, mau ditaro dimana muka mereka, maafkan anak kalian yang sangat bodoh ini, hik, hik, hik...
Lucu juga kalo gue pikir dengan yang terjadi sekarang, segitu belanya gue sama teman gue yang satu ini, sedangkan dia ngga’ ada belanya sama gue malah ngerjain gue lagi.

Gerandong Vs Mas Wasri

Swanish's Love Story Part 20
 

"teng, tolong bantu gue ngapa..." kata Joe teman akrab gue disuatu sore saat gue bangun tidur, disampingnya ada Aroel, akhir-akhir kita emang sering kumpul untuk merencanakan sesuatu yang jahat, ternak ikan cupang
Rencananya kejahatan ini akan berlangsung di samping rumah orang tua gue di Kp. Kandang, Cogreg dan pelakunya berempat, Gue, Joe, Arul sebagai penyandang dana dan Andrian sebagai aktor intelektual serta eksekusi cupang dikolam.
"bantu apa bro? " kata gue, ini tumben si Joe minta tolong sama gue
"gue mau married, tapii duitnya masih kurang ini..." katanya, ternyata dia jadi nikah sama pacarnya itu, anak Kreo, Cibadung namanya entik, lucu ya namanya
"gue duit darimana bro? gaji gue aja cuma selembar, itupun abis terus dipotong kasbon..." gue emang ngga’ pernah terima gaji akhir-akhir ini
"kali ada....gue baru dapet duit dua minggu lagi, narik arisan" katanya, ini si Joe kaya ibu-ibu aja ya ngikut arisan, ngga’ kaya gue lelaki sejati ngga’ pernah arisan dong, karena memang gue ngga’ pernah punya duit buat dikumpulin, haha payah dah gue.
“emang perlunya berapa?”

Gue ngga’ ngertiin lo?

Swanish's Love Story Part 19

Keindahan setelah malam valentine kemarin tidak bertahan lama, malam senin Shopie marah-marah itupun baru kata Dona di warung si teteh Anu, belom ketemu Shopie gue
“emang ada masalah apa? kemarin baik-baik aja kayanya..” kata Dona
mungkin gara-gara kemarin, malem minggu bentrok gue sama si Gunawan dirumahnya...” jelas gue, padahal bukan cuma gue yang kerumah dia, ada teman gue juga Deni (juga) sales sukabumi, dan anak sales siang, Oji sama Ale.
“koq bisa...?”
“iya, kata dia kalo hujan gue boleh kerumahnya karena si Gunawan pasti ngga’ bakal kerumahnya, di tempat gue hujan, ngga’ tau mengapa dirumah dia ngga’ hujan...” gue menjelaskan, sedikit berbohong sii gue karena gue yakin Dona pasti menyampaikan cerita gue ini langsung ke Shopie, sebenernya ditempat gue juga ngga’ hujan, emang dasar guenya aja ngga’ bisa mengendalikan rasa kangen gue malam itu, emang dasar gue pengen malam itu mengucapkan selamat ulang tahun langsung kepadanya, tidak menunggu besok tidak melalui telepon. Ulang tahun Shopie adalah 15 Februari.
“si Gunawan katanya marah-marah den, Shopie dimarahin sepanjang jalan di motor... kata Dona, berani banget dia marah-marahin Shopie gue.
Gilaaa, hal ini udah gue duga sebenarnya ketika Shopie pergi berangkat sama si Gunawan, meninggalkan gue, Deni, Oji sama Ale dirumahnya, nasiiib beginilah resikonya jadi orang ketiga, gue cuman seorang kekasih yang tak dianggap.

Jum’at, 13 Februari 2003

Swanish's Love Story Part 18
 

Motor meluncur membelah malam, pasar Prumpung baru saja terlewat 3 menit lalu, jalanan ngga’ terlalu ramai, malam berhiaskan bintang-bintang yang menyempurnakan keindahan sang dewi malam yang sekarang duduk di jok belakang motor gue.
“tau ga lo ini malam apa?..” kata gue berusaha mengarahkan omongan kearah yang gue inginkan.
“tau, malam sabtu kan...” katanya sambil ketawa
“lo tau arah pertanyaan gue ngga kearah situ kan neng..” dia tertawa lagi mendengar nada suara gue yang mungkin terdengar sedikit kesal.
“iya gue tau malam valentine kan...terus memang kalo malam valentine mengapa..?” katanya mulai serius, kali ini gue yang tertawa karena sikap dia yang tiba- tiba berubah serius.
“ gue membelikan lo sesuatu ni..” tangan kiri gue mengambil sebuah kotak putih panjang berhiaskan pita warna merah dari tas gue, tangan gue tetap memegang stang supaya motor laju jalannya, mata tetap fokus kejalan, gue ngga’ mau malam ini jadi kacau karena gue kurang konsentrasi dijalan, dia mengambil kotak putih panjang itu.

Valentine’s Eve

Swanish's Love Story Part 17
 

14 Februari diperingati sebagai hari Valentine, hari kasih sayang begitu katanya, di Indonesia dan di semua belahan dunia, para pecinta dijejali dengan jargon yang demikian, walaupun sebenarnya Valentine tidak diajarkan dalam Islam, banyak mereka yang ber-KTP islam merayakan Valentine itu dikarenakan minimnya sosialisasi dari para ulama yang melarang merayakan Valentine justru yang gencarnya adalah sosialisasi untuk merayakan valentine, biasanya lewat film-film di tipi, iklan-iklan di radio, buy chocolate and something romantic, or would you be my valentine, kalimat yang sering terdengar pada valentine eve (kaya ustadz gue ya, hee)
 Doing something romance, yeeeah right!!! Bukankah Shopie suka dengan laki-laki romantis, mungkin dia adalah type cewe' yang suka disenangkan pada hari Valentine. Momentnya tepat banget ini, Valentine – Romance – Shopie, what a beautiful combination.

Georgeous Love Chocolate Banana

Swanish's Love Story Part 16
 

Masih ingat gue disuatu sore yang sejuk didepan rumah Shopie di bale bambu, banyak hal yang diperdebatkan, salah menurut dia tapi gue suka melakukannya, hal yang gue ngga’ suka dia lakukan tapi Shopie selalu melakukannya berulang-ulang, Ternyata kita beda banget, banyak hal yang harus disamakan, harus dibriefing istilahnya.
Gue terdiam ngga’ tau lagi yang akan gue katakan lagi, menarik nafas untuk mengusir gundah, Shopie diam entah apa yang akan di katakannya lagi, sesuatu yang jahat mungkin.
“kita beda banget neng...bisa ngga’ sich kita ngga’ usah bahas yang beda diantara kita, cukup yang sama aja...” ujar gue pelan dengan suara sedikit tercekat menahan emosi yang masih tersisa dari pertengkaran tadi.
oke, disaat kita bersama jangan ada orang lain yang dibahas...” kata dia akhirnya, gue ngga’ menyangka respons dia akan seperti ini, hati gue senang banget dengarnya, mungkin dia juga lelah dengan bertengkar terus gara-gara perbedaan yang sebenarnya masih bisa ditutupi.
“ini yang gue ingin neng, disaat kita sama-sama ngga’ ada orang lain yang lo bicarakan seperti ceritain si Gunawan, si Salam, Muhidin, atau siapapun....” kata gue dengan muka ceria
“iya, ga’ ada si Neneng, si Een, Encun, atau siapa aja yang pernah lo pacarin atau lo pernah dekat sama dia gue ketawa, dia rupanya ngga’ nyaman juga ya, gue merasakan ada api cemburu yang keluar dari kata-katanya barusan, gue ketawa tergelak dalam hati, akhirnya dia cemburu juga sama perempuan-perempuan gue, para perempuan yang gue dekatin sekedar buat manasin dia, haha, akhirnya gue berhasil. YESS!!

Kuburan Dollar

Swanish's Love Story Part 15
 

Waktu baru saja menunjukan pukul 5 sore, mengapa Shopie udah ada di depan warung si  teteh Anu, duduk-duduk disana, biasanya kalo jam segini sudah pulang berarti orderan roti lagi sedikit, untung aja gue berangkat dari rumah lebih awal dari biasanya, motor gue standarin di depan warung, ngga’ banyak orang disana, cuma ada Shopie, Dona dan Ana selebihnya hanya figuran yang hanya lewat-lewat.
Dona dan Ana terlibat obrolan yang seru sekali tampaknya, hingga mereka kurang memperhatikan kedatangan gue.
Gue menghampiri Shopie yang lagi asyik santai dipinggir warung ngga’ jauh dari mereka yang lagi asyik.
“tumben banget jam segini udah pulang neng..?” sapa gue, gue duduk disampingnya.
“orderan lagi dikit..” bener aja dugaan gue
Selalu saja menyenangkan berada disampingnya, hati selalu gembira dan berbunga-bunga, sudah banyak waktu yang gue korbankan supaya bisa dekat dengan dia walaupun entah sebagai apa, teman? Pacar?, ngga’ penting sebutan itu, intinya adalah gue bisa dekat dengannya, gue merasa kalo dia juga senang akan kebersamaan kita, sayang dia ngga pernah ucapkan kata-kata itu, hanya feeling gue aja yang bicara.

“yang ku mau ada dirimu tapi tak begini keadaannya, yang kumau selalu denganmu..” Shopie menyanyikan lagu ini sore itu, lagunya KD, gue rasa lagu ini mewakili perasaannya selama ini, perasaannya atas kebersamaan kita, gue juga selalu mau denganmu nong dengan keadaan yang bagaimanapun.

Antara dicintai dan Mencintai

Swanish's Love Story Part 14
 

Enak mana antara dicintai sama mencintai? Kalo menurut gue lebih enak dicintai karena dengan dicintai gue merasa dibutuhkan sebagai laki-laki, bukan membutuhkan perempuan, dicintai seperti raja dan mencintai seperti hamba sahaya yang selalu siap menelan ludah, siap disakiti, itu versi gue ya, bagaimana versi anda?
Menurut teman gue yang namanya Nickhen Ocktaviarno yang ternyata dia ngga’ bisa ngupas salak katanya lebih enak mencintai daripada dicintai ketika gue tanya apa alasannya kata dia kalo mencintai ada gereget-geregetnya, ada sensasinya, jelas gue ngga’ setuju sama pendapatnya ini.
Beda pendapat dengan Nickhen (emang kaya gini nulis namanya bukannya gue alay) menurut teman kampus gue Lestari Octaviani yang lebih seneng di panggil Via, dia bilang lebih enak di cintai daripada mencintai karena kalo dicintai selalu dapat perhatian lebih sedangkan kalo mencintai lebih banyak sedih.

Hal Terbodoh

Swanish's Love Story Part 13
 

“kita jalan lagi yuu neng...” kata gue saat mobil masuk ke daerah Cogreg, menyusuri jalan-jalan yang luar binasa hancur, Shopie menoleh mendengar kalimat gue barusan
maksudnya?”
“ya jalan lagi, kaya kemarin...jujur gue ngga’ bisa berpaling dari bayangan lo kemarin saat kita jauh, saat gue coba mengusir bayangan yang ada di otak gue malah terasa menyiksa sekali rasanya, mengingkari rasa yang masih bergejolak didalam dada, gue masih terlalu sayang sama lo...” kata gue pelan takut dapet respons ngga’ enak dari dia, dia ketawa, eeet gue tegang gini dia malah ketawa.
“Den, sebenarnya apa sii yang lo suka dari gue?”
“apa ya?...gue pikir.....” belom selesai gue ngomong udah dipotong sama dia
“kalo karena wajah gue, itu semu Den....yang gue ingin kalo lo memang suka sama gue, kalo lo sayang sama gue bukan karena wajah gue Den, gue mau lo nerima gue apa adanya....” gue ngga’ bisa bilang apa-apa, ngga’ bisa gue ungkapkan semua yang ada dihati gue dengan kata-kata nong.
Bang Uchi yang lagi nyetir mobil ngga’ gue ceritain disini, soalnya dia biasa aja kalo nyetir selalu saja meracuni dirinya dengan nikotin, dia ngga sadar bukan cuma dirinya saja yang diracuni, dia juga meracuni gue dengan asap rokoknya, meracuni pujaan hati gue juga yang duduk tepat disebelahnya, sadar ngga’ sii lo bang Uchi...

Akhirnya kita jalan lagi, ini adalah hal terbodoh kedua yang gue lakukan buat dia, ada dua alasan ini gue sebut hal terbodoh, pertama, dia punya cowo' yang bernama si kena guna-guna sama kawan itu dan gue mau saja jadi orang ketiga dihidup dia demi supaya bisa tetap bisa bersamanya, supaya bisa menatap senyumnya, kedua, dia sepertinya ngga’ pernah menerima gue secara penuh di hatinya, dia ngga’ pernah bilang suka sama gue, apalagi bilang sayang, sedangkan gue hampir bilang sayang sama dia setiap hari setiap malam, tapi gapapa yang penting gue tetep bisa ada disampingnya, bisa menikmati cemburunya bulan purnama karena kalah cantik dengan bidadari tanpa sayap gue ini. Gue akan tetap berjuang untuk bisa masuk lebih jauh kedalam hati Shopie GOBLOK YA GUE?

Mentari pagi mulai menyiksa mata gue yang kurang tidur, karena ngirim roti alias nyales semalem walaupun gue akuin kerja gue selama di jalur Tangerang ini cuman molor doang kalo di mobil, melek kalo bongkar di agen trus molor lagi, gue ngga’ boleh senderan di jok mobil langsung hilang kesadaran gue, heee, tetap aja tidur gue kurang berkualitas karena bentar-bentar bangun, padahal dari rumah gue niatnya sii kerja bukannya numpang molor di  mobil, ngga’ tahan gue rayuan jok mobil kalo udah senderan, biasanya gue gantian tidur dengan driver gue Chevy Dongdot, kalo di agen dia tidur sedangkan gue bongkar roti sendirian dan di mobil gue tidur dan Chevy Dongdot bawa mobil ditemani mayat hidup yang ngorok disampingnya.  
Jam udah menunjukan jam 9, tumben Shopie belom lewat ini biasanya setengah 8 dia udah sampai ke pabrik, biasanya pagi-pagi gue udah menyapanya dan memberinya bunga ilalang yang kuning tua yang banyak tumbuh didepan Swanish, sebenernya sii gue ingin memberi dia mawar setiap pagi tapi itu kaya film india banget dah, lagian bunga mawar ngga’ tumbuh di depan swanish, jadi dah bunga ilalang setiap pagi buat pujaan hati yang gue sayang tiada henti.
Jam 9 lebih dikit, mobil angkot berwarna item buluk berplat item berhenti ngga’ jauh didepan warung si teteh Anu, nampaknya ada penumpang yang turun, ternyata Shopie, jam segini baru nyampe, gue pikir dia ngga’ masuk kerja, gue menghampirinya.
“siang amat neng..?” sapa gue
“iya..lo mau pulang den, bareng yaa...” katanya, bareng emang mau kemana ni dia
“gue mo minta surat rujukan dulu” sambungnya lagi, seperti biasa tanpa menunggu kata iya dari gue dia sudah berlalu menuju ke arah pabrik, gue masuk lagi kewarung si teteh anu, menghabiskan kopi cap teko yang masih setengah, ngga’ enak banget dah rasanya kalo udah siang belom pulang, mata ngantuk, belom mandi lagi, untung saja baju seragam Swanish gue yang bergambar angsa dengan tulisan Swanish didada udah gue ganti dengan polo shirt kesukaan gue yang berwarna ijo jadi ngga’ bau keringat, Shopie mana lagi udah setengah jam belom muncul juga, ngambil surat rujukan apa ya dia, kata gue dalam hati sambil kucek-kucek mata.
Rasanya indah banget kayanya kalo ketemu bantal, Syahroni udah pulang duluan tadi jam 8, gue masih bertahan di warung si teteh Anu pengen ketemu Shopie dulu, seperti hari-hari yang lalu kemarin. Shopie akhirnya datang juga, dia masuk ke warung, duduk bersebrangan sama gue
“lo belum pulang sii den jam segini..?.” katanya membuka omongan
“belom..kan nungguin lo neng...” kata gue
“nunggu gue, ngga’ bosan apa ketemu tiap hari sama gue...” katanya, sebuah kata yang ngga perlu gue jawab sebenernya ini, udah pasti ngga lah neng, gue menikmati banget ketemu sama lo tiap hari
“gue jawab ngga ni pertanyaan itu?” kata gue “ lo pasti tau jawabannya neng, ngga’ pernah gue bosan ketemu sama lo, seperti karang yang ngga’ pernah bosan menunggu ombak untuk menyentuhnya, seperti awan yang ngga’ pernah jemu menunggu angin untuk meniupnya jauh berarak...” Shopie diam, mungkin dia meresapi apa yang baru gue katakan tadi, belom mandi udah gombal gue.
“ lo pulang lewat Parung kan ya...” kata dia akhirnya
“iya, kenapa...?”
“gue mau berobat...”
“lo sakit?
“ga enak badan, makanya tadi gue minta surat rujukan buat berobat..”
“begitu ya, gue pikir lo minta surat rujukan apa...kalo begitu ayo deh udah siang, kita nunggu angkot...”
“ayoo..” kita menyebrang jalan, menunggu angkot yang kearah Parung, sekitar sepuluh menit mobil angkot akhirnya datang juga, mobilnya warna ijo tai kuda, masih dengan plat item, cuma ada kita berdua yang naik jadi penumpangnya.
“lo sakit apa emang neng?”
“panas Den...” katanya, gue repleks menempelkan belakang telapak tangan gue ke jidatnya, dia melongo melihat gue melakukan itu, aneh kali ya, gue sii biasa melakukan itu biasanya kalo kebo mamang gue tiba-tiba ngga’ nafsu makan karena badannya panas.
Kita turun di pertigaan Curug ada klinik yang ditunjuk Swanish, klinik ikesaras namanya, semua karyawan Swanish berobat di klinik ini kalo sakit, ini pertama kali gue ke klinik ini, baru tau ada klinik yang ditunjuk Swanish disini.
Sekitar 15 menit berlalu, Shopie akhirnya keluar dari klinik, dia menenteng obat ditangannya, lalu dimasukan ke tasnya yang berwarna biru
“kemana lagi kita..?”kata gue
“pulang…lewat Parung aja..”kata dia, gue mengiyakan baru melangkah keluar klinik ada mobil angkot yang berhenti, bukan mobil item buluk, bukan mobil ijo tai kuda tapi kali ini sopirnya yang buluk kaya tai kuda, hee..maaf ya pa sopir buluk, #eeh
Kita pulang lewat pasar Parung yang super duper kumuh, bauu, ngga ada perubahan pasar parung dari masa kemasa, bahkan sampai sekarang lho, selalu tak terawat, tumpukan sampah menggunung ngga’ jauh terlihat didepan gue, menjijikan bahkan lebih menjijikan dari gue. Pulang lewat Parung sebenernya rada muter karena jadi tiga kali naik angkot, Swanish-Parung, Parung - Ciseeng, Ciseeng - Cogreg, kalo pulang lewat Prumpung dua kali naik angkot, cuma kadang dari Prumpung angkot odong-odong jarang banget adanya, udah pernah dulu gue pulang udah siang lewat Prumpung dua jam nunggu angkot baru ada.
Ada yang selalu gue ngga’ suka kalo jalan sama Shopie, pandangan nista orang-orang yang ngeliat gue jalan ada disampingnya, entah apa yang ada dipikiran mereka, mungkin seperti Indra Brugman dan Soraya Abdulah kali ya...#eeeh
luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus