Sabtu, 23 Januari 2016

kristenisasi di madrasah ibtidaiyah

Kristenisasi di madrasah ibtidaiyah, anda sudah tau apakah madrasah ibtidaiyah? tentunya ada yang sudah tau dan banyak juga sepertinya yang belum tau, mengapa saya katakan demikian, pernah saya dengar ada sebuah pertanyaan janggal dari seseorang, mengapa saya bilang janggal sebab pertanyaan itu datangnya dari seorang yang pintar (seorang sarjana) dia menanyakan madrasah  ibtidaiyah itu apa? saat saya bilang aktifitas keseharian saya adalah di madrasah ibtidaiyah. 

Sebuah pertanyaan lucu tapi agak sedih mendengarnya, sebab pertanyaan itu datangnya dari seorang yang ber-KTP Islam, mengapa dia tidak tau bahwa Madrasah Ibtidaiyah itu adalah sekolah dasar islam yang sederajat dengan SD. Sudahlah, saya tidak akan membahas hal itu terlalu dalam, karena bukan itu judul artikel ini, sesuai judulnya Kristenisasi di Madrsah Ibtidaiyah maka kita kembalikan ke topik utama. 

Pernah suatu hari saya membuka lemari kepala sekolah saya di sebuah madrasah Ibtidaiyah di kawasan Depok, dan saya temukan sebuah buku dengan sampul berwarna biru dengan judul “PERJANJIAN BARU”, agak kaget saat membaca judulnya, sebab yang saya tau perjanjian baru itu kitabnya orang Kristen, mungkinkah ini Injil? dalam hati bertanya-tanya, lalu kalaupun ini adalah Injil mengapa ada di lemari kepala sekolah yang notabene adalah seorang muslim?

Saya pegang lagi buku itu untuk memastikan apakah ini seperti yang saya pikirkan, niat hati ingin bertanya tapi tidak ada orang yang saya hendak tanya, kepala sekolah sedang keluar, rekan-rekan guru sedang ada dikelas, menjelang pulang barulah saya ada kesempatan untuk menanyakannya langsung ke kepala sekolah dan beliau bilang katanya pernah ada orang yang membawa mobil mewah mampr ke sekolah dan memberi Injil itu, saya terdiam sejenak, berusaha menduga-duga apa motivasi mereka (sang pembawa Injil) memberikan Injil ke sekolah Madrasah Ibtidaiyah yang notabene adalah sekolah dasar Islam, apakah ini upaya kristenisasi di sekolah-sekolah Islam, mungkin juga. tapi satu hal yang pasti kita sebagai Muslim yang tadinya anti untuk memegang apalagi membuka-buka Injil jadi berani melakukannya. bukankah kita harus tau kelemahan orang yang berdiri didepan kita sebagai orang yang menginginkan kita murtad , bukankah mereka, para pembawa Injil menyempatkan diri untuk mempelajari Alquran supaya tau bagaimana melemahkan Islam dari dalam, supaya bisa menyelewengkan penafsiran ayat-ayat Alquran kearah yang mereka inginkan, ataupun kalo memungkinkan membuat ayat-ayat palsu seperti yang pernah dilakukan Christiaan Snouck Hurgronje dulu yang mempelajari Islam semata-mata supaya menang perang dengan Islam.

Marilah kita buka mata masing-masing, mulailah sebuah aksi supaya Alquran tidak tinggal namanya saja, Masjid mewah tapi tidak ada penghuninya, marilah kita gagalkan Kristenisasi Indonesia pada tahun 2020, Allahu Akbar!!!

0 comments:

Poskan Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus