Kamis, 18 Desember 2014

MARZOEKI MAHDI Vs RSUD CIBINONG



Ruang Seruni no 110 jadi kenangan yang kurang menyenangkan di RSUD Cibinong, betapa tidak karena disana saya dirawat karena Hepatitis A, Kelas rawat kelas 2 tetap saja tidak menyenangkan buat orang sakit seperti saya waktu itu, ruang itu diisi 3 orang pasien yang semuanya laki laki dan masih relatif muda. Perawatan di rumah sakit ini relatif bagus karena pernah waktu itu infus habis jam 2.30 WIB pagi dan ada suster standby dan setiap keluhan pasien selalu diperhatikan.

Sayangnya di RSUD Cibinong laboratoriumnya belum bisa untuk cek darah untuk Hepatitis A, maka untuk mengetahuinya mesti didatangkan dari luar, waktu itu didatangkan dari Medika Lestari yang beralamat di Nirwana Estate Blok A 10 Cibinong

pertama kali masuk ke rumah sakit saya masuk sebagai pasien umum, karena BPJS yang harusnya daftar onlinenya mudah menjadi sangat sulit begitu sudah akan konfirmasi pendaftaran untuk mendapatkan account virtual number supaya bisa dibayarkan ke Bank, selalu seperti itu setiap hari lebih dari 10 hari, mungkin ada trouble di servernya atau mungkin jam-jam sibuk, tapi kalaupun jam sibuk mengapa jam 11 malampun tetap tidak bisa. Menjelang hari ke 3 di Rumah Sakit akhirnya dapat juga e-id BPJS setelah adik ipar punya inisiatif untuk daftar ulang lagi di warnet depan RSUD Cibinong itupun daftarnya setelah sahur, akhirnya pagi itu e-id BPJS bisa digunakan, alhamdulillah

ada sedikit kebijakan yang saya pikir berbeda dengan Rumah Sakit lain dalam penggunaan BPJS, di RSUD Cibinong biaya rawat inap yang sudah terlewatkan harus dibayar tidak bisa dicover menggunakan BPJS yang memang datangnya belakangan, otomatis waktu itu kami harus membayar biaya rawat inap dari tanggal 13-07-2014 s.d 15-07-2014 Rp. 570, 105,- dengan nomor kwitansi PEMRI.006/15072014

Ada berita kurang enak dari kamar depan kamar saya, salah seorang pasien yang sudah dirawat 10 hari dan ingin pulang dan menunjukan kartu BPJS kepada ibu saya, Cuma katanya dia harus biaya rawat inap yang 10 hari itu dulu karena tidak bisa dicover menggunakan BPJS, dia tidak berdaya karena uang yang ada ditangannya masih kurang dan mesti menunggu adiknya yang belum tiba.


Rumah Sakit diatas yang saya maksud diatas adalah RS. Marzoeki Mahdi, Bogor waktu itu saya mengurus surat- surat bibi yang akan pulang yang  juga menggunakan BPJS, waktu itu beliau masuk RS karena infeksi paru-paru, sama kasusnya dengan saya, bibi juga masuk RS sebagai pasien umum baru sehari setelahnya menggunakan BPJS dan waktu pengurusan surat-surat pulang biaya rawat inap, visit dokter dan penyedotan cairan di paru-paru (entah apa istilah kedokterannya) yang sudah dilakukan sehari sebelumnya bisa dicover menggunakan BPJS.

Ada 2 kebijakan yang berbeda antara 2 Rumah Sakit ini dalam pengurusan BPJS, entah apa yang dijadikan tolok ukurnya, tulisan ini cuma sekedar sharing saja tidak ada maksud untuk menghakimi dan memenangkan salah satu Rumah sakit, mudah-mudahan bisa membantu.

0 comments:

Posting Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus