Kamis, 25 April 2013

IDENTITAS NASIONAL DAN GLOBALISASI

Refleksi Mata Kuliah Civic Education (PKn)
Identitas nasional adalah merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek-aspek kehidupan suatu bangsa dengan cirri-ciri yang khas, dengan ciri-ciri khas tersebut maka suatu bangsa akan terlihat berbeda dengan bangsa lainnya. Proses pembentukan identitas nasional adalah bukan merupakan sesuatu yang sudah selesai tetapi sesuatu yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Identitas nasional Indonesia yang berbasis pada masyarakat multicultural sangat relevan bagi penegasan kembali identitas nasional bangsa Indonesia yang inklusif dan toleran dengan tetap mengakar pada identitasnya yang majemuk.
Identitas nasional bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah, santun dan agamais, kalimat itu sering dibaca dan didengungkan waktu saya masih duduk di sekolah dasar (tahun 90-an) dan sering didoktrin ala orde baru, menyenangkan sekali membaca dan mendengar kalimat itu, ada rasa bangga, gembira dan rasa beruntung sekali sudah di lahirkan di Indonesia, ketika duduk di SMP kata-kata itu sudah jarang terdengar yang sering terdengar malah anak-anak SMA yang mulai senang tawuran dengan sekolah lain bahkan sampai ada korban jiwa (katanya ramah, santun dan agamais?), duduk di bangku SMA sudah tidak ada lagi kalimat itu, mungkin sudah ditinggalkan dan akhirnya dihilangkan karena dinilai tidak up to date.
Hilangnya identitas nasional adalah disebabkan dekadensi moral yang mulai menggerogoti masyarakat Indonesia, mulai dari perkotaan dengan kehidupan yang multicultural menyebar ke pelosok desa dimana nilai – nilai yang menjadi identitas nasional masih tumbuh. Gaya hidup matrelistis dengan bendera hedonisme adalah identitas masyarakat di Indonesia sekarang, selamat jalan keramahan, selamat tinggal sopan santun.
 Pemicu utama dalam dekadensi moral adalah globalisasi yang bukan hanya membawa hal positif tapi mengikutsertakan pula hal negative, setiap manusia dengan sangat mudah dikendalikan karena sekarang mereka sudah menikmati hiburan dari sebuah kotak ajaib di rumah mereka, yang digunakan sebagai mass mind control yaitu televisi, dimana sebuah nilai (negatif dan positif) disajikan dalam bentuk tontonan yang menarik dikemas dalam sebuah cerita, secara tidak disadari otak menerima nilai-nilai negative yang ditampilkan oleh TV tersebut dan parahnya lagi nilai negative itu bukan cuma masuk kedalam pikiran tapi diinternalisasikan dan akhirnya diaplikasikan.
Solusi yang tepat dalam menjaga identitas nasional adalah mengembalikan semua ke fitrahnya, kembali ke ajaran yang hakiki, insya Allah dengan kembalinya hati menjadi fitrah identitas nasional bukanlah hanya sebuah kalimat yang didengungkan dan didoktinisasikan di sekolah-sekolah, tapi akan menjadi sesuatu yang akan menyenagkan dan akhirnya akan mudah menginternalisasikan nilai-nilai positif yang akan diaplikasikan dalam sebuah label identitas Indonesia

0 comments:

Poskan Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus