Kamis, 29 November 2012

BARANG-BARANG AMANAH SOEKARNO

Harta Raja-Raja Nusantara



                      
Pada awal abad 17 aset harta raja-raja dan kesultanan nusantara seperti Cirebon, Galuh Pakuan, Banten, Deli, Riau, Kutai, Makasar, Bone, Goa, Luwut, Ternate, yang bernilai ratusan trilyun USD dalam bentuk emas, logam mulia, berlian, dsb disimpan di Bank Zuchrigh – Jerman dengan alasan karena saat itu Jerman adalah negara makmur dan menguasai dunia. dan bank tersebut adalah salah satu bank yang tertua di dunia 

Pada tahun 1620 nusantara dijajah oleh Belanda  selama 3,5 Abad, kesultanan dan raja-raja nusantara yang melawan Belanda data administrasi hartanya dihancurkan, tetapi tidak berlaku bagi Kerajaan Amangkurat I yang tetap memiliki data utuh karena mereka menjilat belanda. Salah satu bukti Amangkurat I sebagai penjilat Belanda adalah Pangeran Girilaya – Raja Cirebon II selaku menantu dari Raja Amangkurat I, atas tipuan – Undangan Makan – ternyata Raja Cirebon II beserta kedua putranya yang berumur 11 & 9 tahun ditahan selama 10 tahun, hingga wafatnya Raja Cirebon II yang dimakamkan di Girilaya. Atas wafatnya Raja Cirebon II, Sultan Trunojoyo diutus untuk menjemput kedua putra mahkota tersebut untuk menggantikan tahta Kerajaan Cirebon. Dgn melalui peperangan, akhirnya Trunojoya berhasil membawa Putra Mahkota yg tak lain adalah adik adiknya. Sedangkan Putra Mahkota yang pertama/kakaknya, diamankan oleh paman dari ibunya ke Gn. Lawu. Hingga akhirnya berdiri Kerajaan Cirebon mnjadi dua kesultanan, yaitu KANOMAN & KASEPUHAN. 

Pada tahun 1939, Amerika mengakali “Bung Karno” untuk menata aset-aset raja-raja nusantara dan pengalihan hak atas nama pribadi Soekarno, penyerahan hibah rekayasa dilakukan oleh raja Solo dan Yogya yang Mengatasnamakan raja-raja nusantara. dan aset kedua raja itu tidak dihibahkan alias masih utuh sementara para ahli wsaris raja- raja nusantara sepeserpun tidak menerima hak waris.

Tahun 1944 berdirilah BANK DUNIA atas dasar coletral aset raja-raja nusantara dan Bank Duniapun mulai memberikan pinjaman kepada 40 negara,semenjak itu AS semakin kuat untuk mencetak uang dan menyusun strategi persenjataan untuk menguasai dunia.

Tahun 1945 PD II. Jepang menyerah memberi kemerdekaan, beberapa fakta mencatat 
  • Bung Karno dalam salah satu pidatonya pernah berkata “..kalau Jepang tidak memberikan kemerdekaan kepada kita, maka saya akan minta AS utk mem-bom Jepang..”
  • Bung Karno diangkat Jadi KETUA PBB, Bukankah pada waktu itu orang asing banyak yang lebih pintar dari Bung Karno? “TIDAK ANEH ”. Karena berdirinya Bank Dunia berasal dari aset raja nusantara. Sampai saat ini tidak ada jabatan Ketua PBB selain Bung Karno, yang ada hanyalah SEKJEN 
  • Kalau Bung Karno JUJUR & BENAR, Harusnya mengumpulkan Sultan dan raja-raja  Nusantara untuk diberi tahu kalau Buyutnya (Raja Nusantara) pada Abad 17 telah menyimpan harta Bank Juchrigh-Jerman. mengapa Bung Karno BUNGKAM?.? 
Antara thn 1950 -1953, Bung Karno memberikan pelimpahan coleteral kepada kolega & keluarganya, yang berasal dari aset raja-raja nusantara yang dihibahkan atas nama pribadi Bung Karno. Sekarang sudah di balik nama semua. 

Tahun.1954 sebagian dari sisa dana koleteral tersebut dibagi-bagikan dalam bentuk AMANAH kpd 73 orang tokoh negara dan ulama, dikarenakan ada kepentingan politik praktis pada tahun 1955 melalui Pemilu pertama Bung Karno diangkat sebagai presiden “SEUMUR HIDUP"

Penerima pelimpahan coleteral mendapatkan royalti, namun pemegang amanah tidak mendapatkan royalti. siapakah yang menikmati royalti atas dana coleteral dari Bank Dunia? siapa lagi kalau bukan kolega & keluarganya.

Perlu Pendirian “LEVARN” / Lembaga Executive Verifiksi Aset Raja Nusantara maksud dan tujuannya: atas tersimpannya aset raja-raja nusantra, baik milik raja/kesultanan: Cirebon, Galuh Pakuan, Banten, Deli, Riau, Kutai, Makasar, Bone, Goa, Luwut,Trnate yang disimpan pada awal abad 17 di Bank Zuchrigh – Jerman dengan nilai ratusn trilyun USD yang telah dihibahkan ke Ir.Soekarno (Rekayasa AS), untuk modal awal pembentukan BANK DUNIA, kini sudah balik nama a/n keluarga & Coleganya (di luar amanah). harus diverifikasi / tata juridis formil untuk ketetapan hak bagi ahli waris dan negara. Dalam pertemuan para sultan seIndonesia di Bali beberapa tahun lalu, para Ahliwaris mengharapkan keadilan hak atas harta yang digelapkan. 

Mengapa Bung Karno keluar dari PBB dan pidatonya antara tahun 1959 s/d 1963, Berapi-api anti imperialis, Anti Nekolim? itu dikarenakan coleteralnya tidak bisa dicairkan dan tidak bisa digunakan untuk pembangunan NKRI sesuai dengan Rapelita yang telah diprogramkan karena dipersulit AS.

AS berkepentingan untuk membungkam Bung Karno, selain krn alasan dana coleteral tersebut, juga karena Bung Karno membentuk "Poros Segitiga",  Peking-Jakarta-Pyongyang. selanjutnya melalui konspirasi dan  tipu daya AS bertindak mendalangi lengsernya Bung Karno. Tiga org jendral yang terlibat dalam gerakan bawah tanah buatan AS datang &dan menodongkan senjata kepada Bung Karno untuk menandatangani SUPERSEMAR. yang kemudian isi supersemar itu dipalsukan lalu diserahkan kpd Soeharto. Soeharto tidak mengetahui tentang pemalsuan tersebut dan menjalankan supersemar dengan baik. Beliau baru mengetahui hal tersebut sekitar tahun 1980an, namun sudah terlambat.

Sekitar Th. 1995, datang 7 orang pemegang surat amanah dari Soekarno menghadap Soeharto agar pemerintah dapat menggunakan dana coletral tersebut utk pembangunan RI. Dana yang ada di Bank Dunia tidak dapat dicairkan, namun dapat digunakan untuk jaminan cetak uang. Soeharto mengajukan ijin utk pencetakan IDR atas jaminan dana coletral tersebut.

Dilakukan Sidang Moneter Internasional, dengan salah satu agenda untuk membahas rencana pencetakan IDR oleh pemerintah RI. 10-negara menolak utk memberikan ijin (termasuk AS & sekutunya), sisanya mengijinkan. Atas dasar voting, maka pemerintah RI diijinkan untuk mencetak uang sebesar “Rp. 20.000 trilyun” dengan jaminan 5 Coletral (salah satu coletral adalah milik kerajaan Cirebon sebesar 13.000 trilyun). AS tidak memberikan ijin, karena khawatir Soeharto akan membangkitkan DUNIA ISLAM. Karena tahun 1987 Yayasan Amal.Bakti.Muslim.Pancasila sudah mulai merintis dan menggalakkan bantuan untuk pembangunan masjid di seluruh Indonesia. Mbak Tutut sudah mulai memakai kerudung dan dianggap sebagai simbol kebangkitan dunia Islam.

Pencetakan uang dilakukan di Jerman dan Israel (pemenang tender adalah Australia). Disisi lain AS & sekutunya mulai melakukan konspirasi utk merusak stabilitas ekonomi internasional.

Maret 1997, secara bertahap IDR sudah mulai masuk ke Indonesia masih berstatus atas nama Amanah yang ditempatkan di luar gudang BI, baru sekitar 9% IDR tersebut yg diregristasi oleh BI, terjadilah KRISIS MONETER karena George Soros melakukan transaksi pembelian rupiah secara besar-besaran yang dibayar dengan USD. IDR dicetak dalam cetakan uang plastik pecahan Rp.100.000,- thn cetakan 1997.

Tahun 2000 Pak Harto membuat pondasi sebagi landasan kuat dlm pembangunan tinggal landas untuk take off menuju ADIL & MAKMUR. Thn 2002 Pak Harto berencana utk mengundurkan diri dan dilanjutkan oleh wakilnya Try Sutrisno sbg presiden.

AS semakin gencar melakukan konspirasi, sadar ataupun tidak sadar banyak unsur masyarakat yang sudah masuk dalam tipu daya dan skenario AS.
Banyak mahasiswa, rakyat yg merasa idealis dan menuntut lengsernya Soeharto. Namun sesungguhnya mereka tidak sadar bahwa ini semua adalah skenario AS utk menurunkan Soeharto.
Terjadinya kerusuhan mei, yang dikoordinir oleh seorang tokoh pemuda atas cetakan SMAG (tokoh politik boneka bentukan AS).
Soeharto lengser & BJ Habibie menjabat sebagai presiden RI.
Semua IDR pada akhirnya sampai di Indonesia, Pak Harto memerintahkan 49 orang jendral (7 orang jenderal bintang 4 & 42 orang jenderal bintang-2) untuk mengamankan gudang gudang IDR yang masih berstatus atas nama Amanah.

 BJ Habibie dipolitisir oleh AS untuk realisasi referendum di Timor Timur, dengan janji apabila terlaksana dengan ‘JUJUR & ADIL’ maka Habibie akan didukung untuk menjabat sebagai Presiden RI utk selanjutnya. Hasil jajak pendapat dimanipulasi karena dihitung di Gedung.Putih-AS, tidak dihitung di lapangan) yang akhirnya berujung pada lepasnya Timor Timur dari NKRI. Habibie ditipu politik praktis, karena Habibie sejatinya bukan orang misi AS, melainkan Habibie adalah Jerman-isme.

Rapuhnya Pemerintahan RI & sebagian besar tokoh tokoh negara yang terlibat dalam dosa “KERUSUHAN MEI”. dan AS memgang kartu tokoh tokoh tersebut dan mereka dengan leluasa mendikte pemerintah, bisa dikatakan,semenjak itu Pemerintahan hanya menjadi boneka AS 
Kebenaran ini dituliskan bukan utk menyudutkan pihak-pihak tertentu, tapi untuk mengungkapkan sebuah kebenaran.
Rapatkan barisan, jangan mudah diadu domba oleh AS dan sekutunya. tumbuhkan jiwa patriotik kita, karena bisa jadim melalui konspirasi AS apa yang terjadi di IraK dan Afganistan terjadi di tanah air kita tercinta.

0 comments:

Poskan Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus