Selasa, 14 Februari 2012

Albert Einstein mempunyai anak haram



Sebagian besar orang tahu bahwa Albert Einstein adalah seorang ilmuwan terkenal yang menemukan formula E=mc2. Tapi tahukah anda 10 hal berikut mengenai Albert Einstein sang jenius?

1. Seorang Anak Diluar Nikah
Pada tahun 1901,  sebelum Albert Einstein dan Mileva Maric menikah, pasangan ini menjalani liburan romantik di Lake Como, Italia. Setelah liburan, Mileva mendapati dirinya hamil. Pada masa dan usia itu, anak diluar nikah bukanlah sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat. Karena Einstein tidak memiliki uang untuk menikahi Maric dan juga kemampuan untuk menghidupi seorang anak, keduanya tidak menikah sampai Einstein akhirnya mendapatkan pekerjaan di kantor hak paten setahun kemudian. Agar nama Einstein tidak tercoreng, Maric kembali tingal bersama keluarganya dan melahirkan bayi perempuan yang ia beri nama Lieserl. 

Meskipun diketahui bahwa Einstein memiliki seorang putri, tapi tidak ada yang tahu yang sebenarnya terjadi. Hanya ada beberapa referensi mengenai putrinya dalam surat-surat Einstein, yang terakhir pada bulan September 1903. Diyakini bahwa Lieserl meninggal setelah ia menderita demam saat ia masih kecil atau ia sembuh dari demam tersebut dan diadopsi. Baik Albert maupun Mileva menyimpan rahasia keberadaan Lieserl rapat-rapat sehingga para rekan-rekan Einstein baru menemukan keberadaannya beberapa tahun terakhir ini.



2. Menikahi Sepupunya
Setelah bercerai dengan istri pertamanya, Mileva Maric, pada tahun 1919, Einstein menikahi sepupunya, Elsa Loewenthal,  hubungan persaudaraan mereka cukup dekat. Elsa memiliki hubungan darah dengan kedua belah pihak keluarga Einstein. Ibu Albert dan ibu Elsa merupakan kakak beradik, dan ayah Albert dan ayah Elsa merupakan sepupu. Ketika mereka masih kanak-kanak, Elsa dan Albert sering bermain bersama; namun, hubungan asmara mereka baru dimulai sejak Elsa menikah dan menceraikan Max Loewenthal.


3. Perokok Berat
Einstein sangat gemar merokok. Ketika dia berjalan dari rumah ke kantornya di Princeton, orang-orang sering melihat ia berjalan diikuti oleh kepulan asap. Sebagian gambaran yang dimiliki Einstein, selain dari rambutnya yang selalu acak-acakan dan pakaian longgar yang ia kenakan, Einstein juga dikenal karena pipa rokoknya. Pada tahun 1950, Einstein tercatat berkata, “Saya percaya bahwa merokok dengan pipa berkontribusi terhadap manusia dalam memberikan penilaian yang tenang dan objektif dalam setiap urusan kemanusiaan.” Meskipun ia lebih menyukai merokok dengan pipa, Einstein tidak pernah menolak tawaran untuk merokok cerutu ataupun sebatang rokok.


4. Merancang Lemari Es
21 tahun setelah menulis Teori Relativitas, Albert Einstein menemukan lemari es yang beroperasi menggunakan gas alkohol. Lemari es tersebut dipatenkan pada tahun 1926 namun tidak pernah diproduksi karena teknologi baru dikembangkan sehingga membuat rancangannya tidak lagi digunakan. Einstein menemukan lemari es karena ia membaca berita mengenai sebuah keluarga yang keracunan oleh lemari es yang memancarkan sulfur dioksida. 

5. Sebuah Kompas Sederhana
Ketika Albert Einstein berusia 5 tahun dan sakit, ayahnya menunjukkan sebuah kompas sederhana kepada Einstein. Rasa ingin tahu Einstein muncul. Kekuatan apa yang mampu membuat sebuah jarum kecil mampu menunjuk pada arah tertentu? Pertanyaan tersebut menghantui Einstein selama bertahun-tahun dan tercatat sebagai awal mula ketertarikan Einstein terhadap ilmu pengetahuan.


6. Tanpa Kaus Kaki
Salah satu dari bagian pesona (??) yang dimiliki Einstein adalah penampilannya yang “berantakan”. Selain rambutnya yang tak pernah disisir, kebiasaan aneh lain yang dimiliki Einstein adalah ia tidak pernah memakai kaus kaki. Entah saat santai  atau ketika ia menghadiri acara resmi di Gedung Putih; Einstein tidak pernah memakai kaus kaki kemanapun ia pergi. Bagi Einstein, kaus kaki merupakan hal yang menyebalkan karena sering berlubang. Lalu, mengapa harus memakai kaus kaki dan sepatu jika menggunakan salah satunya pun sudah cukup?


7. Kepresidenan Israel
Beberapa hari setelah pemimpin Zionis dan Presiden pertama Israel Chaim Weizmann meninggal pada tanggal 9 November 1952, Einstein diminta untuk menerima jabatan sebagai presiden kedua Israel. Melalui surat penolakan tertulisnya, Einstein menyatakan bahwa bukan hanya ia tidak memiliki kemampuan dan pengalaman untuk berurusan dengan orang, namun karena ia juga sudah semakin tua. 


8. Einstein dan Biola
Ibunda Einstein, Pauline, adalah seorang pianis ternama dan ingin supaya anaknya mencintai musik juga. Jadi ia mulai mendaftarkan Einstein untuk mengikuti kursus biola ketika Einstein berusia 6 tahun. Sayangnya, pada awalnya Einstein benci bermain biola. Ia lebih memilih membangun rumah-rumahan dari kartu, yang sangat mahir ia lakukan (ia pernah membangun rumah 14 lantai!), atau melakukan hal lain. Ketika Einstein berusia 13 tahun, ia tiba-tiba berubah pikiran mengenai biola ketika ia mendengarkan musik Mozart. Dengan hasrat baru untuk bermain biola, Einstein terus bermain biola sampai tahun-tahun terakhir dalam hidupnya. Selama hampir 7 dekade, Einstein tidak hanya memainkan biola untuk bersantai ketika ia merasa jenuh dengan pemikirannya, ia juga bermain bersama kelompok-kelompok lokal atau bergabung dengan penyanyi lagu-lagu natal keliling yang datang ke rumahnya. 

9. Otak Einstein
Ketika Einstein meninggal pada tahun 1955, tubuhnya dikremasi dan abunya disebarkan, sesuai dengan keinginannya. Namun, sebelum tubuhnya dikremasi, ahli patologi Thomas Harvey di Rumah Sakit Princeton melakukan autopsi untuk memindahkan otak Einstein. Alih-alih mengembalikan otak Einstein ke tubuhnya, Harvey memutuskan untuk menyimpan otak tersebut untuk keperluan penelitian. Harvey tidak memiliki ijin untuk menyimpan otak Einstein, namun beberapa hari kemudian, ia meyakinkan putra Einstein bahwa hal itu akan membantu dunia ilmu pengetahuan. Setelah itu, Harvey diberhentikan dari jabatannya di Princeton karena ia menolak untuk menyerahkan otak Einstein.
Untuk 4 dekade berikutnya, Harvey menyimpan potongan-potongan otak Einstein (Harvey memotongnya menjadi 200 bagian) di dalam dua buah wadah yang selalu ia bawa sambil ia melakukan perjalanan. Sesekali, Harvey memotong sebagian kecil dari otak tersebut dan mengirimkannya kepada seorang ilmuwan. Akhirnya, pada tahun 1998, Harvey mengembalikan otak Einstein kepada patologis Rumah Sakit Princeton.


10. Senang Berlayar
Ketika Einstein berkuliah di Institut Politeknik di Zurich, Swiss, ia jatuh cinta pada hobi berlayar. Ia sering mengeluarkan perahunya untuk berlayar di danau, mengeluarkan catatannya, bersantai, dan berpikir. Meskipun Einstein tidak pernah belajar berenang, berlayar merupakan hobi yang ia tekuni sepanjang hidupnya.

0 comments:

Poskan Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus