Senin, 14 Desember 2015

Inilah cara menghadapi rasa takut

Inilah cara menghadapi rasa takut, Manusia kadang kala merasa takut kepada sesuatu yang tidak jelas, ketakutan yang berasal dari dalam diri dan biasanya berasal dari berprasangka buruk terhadap sesuatu atau mungkin seseorang dan  menghinggapi seseorang disaat menghadapi sesuatu yang baru dan ketakutan seperti itu kadang kala menghinggapi gue. Ini adalah trik gue dalam menghadapi rasa takut yang menyerang waktu itu, sengaja gue sajikan lewat cerita pendek biar jelas :D
Pernah suatu hari, sewaktu gue masih marketing untuk lembaga gue, Lembaga Pendidikan sempoa “Aku Anak Pintar” untuk menawarkan kerja sama kesekolah -sekolah MI/SD di daerah jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang, Bekasinya ngga,’ kejauhan soalnya) untuk memasukan mata pelajaran sempoa ke muatan lokal disekolah Sd/MI, teman gue pernah bilang bahwa SD Negeri Kp. Sawah, Ciputat ingin disana ada, dan akhirnya  mata pelajaran sempoa. Setelah hari itu mengalami penolakan-penolakan oleh kepala sekolah di SD sekitar Jombang, Ciputat, bĂȘte mulai meyiksa, antara ingin pulang atau memfollow up-i omongan teman gue dan akhirnya gue memutuskan untuk menuju ke SD Negeri Kp. Sawah, Ciputat, karena gue pikir tanggung juga besok mau ganti jalur Depok
Sesampainya didepan gerbang SD Negeri Kp. Sawah gue berhenti dan memarkirkan motor Supra X gue di pinggir jalan, turun dari motor dan melangkahkan kaki, tapi entah mengapa ini kaki tiba-tiba jadi berat kaya ada pocong selfie yang nahanin kaki gue, pikiran - pikiran buruk mulai menyerang apalagi ketika gue lihat ternyata SD Negeri kp.sawah itu ada dua, yang satu SDN Kp. Sawah 1 dan yang satu lagi (tentunya) SDN Kp. Sawah 2
“waduuh, yang mana nii yang blom ada sempoa?” berbagai macam pikiran mulai berkecamuk diotak gue, antara melanjutkan langkah atau balik badan melarikan diri, rasa takut akan apa yang terjadi selanjutnya didalam sana mulai menghantui, haduuuuh, inilah gue laki-laki pengecut. Tapi akhirnya gue membulatkan tekad untuk maju terus, masa mo balik badan percuma dong jauh-jauh gue kesini, sayang-sayang bensin 
“ Bismillahir rohmanir rohim” akhirnya kata itu yang keluar dari mulut gue setelah mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya lewat belakang, ada beberapa tukang dagang yang mangkal ngga’ jauh dari gerbang tutup hidung, bau kali ya..
Gue mengucapkan salam di ambang pintu SDN Kp. Sawah 1, seorang guru laki-laki datang menyambut kehadiran kembaran Indra Bruggman berkulit eksotis ini (red: gue-jadi ngga jelas ini ketikan)
“ya pa..?” katanya sambil tersenyum dengan kepo
“mau bertemu kepala sekolah pa..” kata gue dengan senyum yang teramat manis (tahan dulu jangan muntah yaa )
“ kepala sekolahnya sedang keluar pa, ada yang bisa saya bantu?” katanya
“mau menawarkan  kerja sama sempoa pa..” kata gue berusaha menjelaskan dengan deg-degan karna ini guru keliatannya pintar banget (secara guru, yaa pasti pinter kali yaa)
“ooh, kita sudah ada sempoa pa, mungkin SD yang depan…” katanya sambil menunjuk SD Kp. Sawah 2 didepan.
“ ooh gitu ya pa, terima kasih” gue pun pamit mundur dari SD itu setelah menjabat tangan guru pinter itu. Bujug dah setengah mati gue mengumpulkan keberanian untuk mengucapkan salam ke SD itu dan hasilnya nol dan sekarang gue mesti mengulangi lagi hal itu menghadapi apa yang akan terjadi di SDN Kp. Sawah 2
Gue berdiri diambang pintu kantor SDN Kp. Sawah 2, rupanya ruang guru SD itu satu ruang dengan ruang Kepala sekolah, dan sekarang gue mesti menghadapi ibu - ibu-guru dulu yang lagi asyik ngobrol di ruang guru saat jam istirahat.
“assalamualaikum…” ibu - ibu guru itu menoleh kearah gue, dan tiba-tiba muka gue jadi tebal setebal kulit badak, panas rasanya men
“ ya pa..?” kata guru setengah baya yang berhidung mancung setelah menjawab salam gue, teman-temannya ikut ngeliatin gue, gue semakin gugup
“mau bertemu kepala sekolah bu..” kata gue akhirnya
“oh, silahkan..,” katanya mempersilahkan masuk sambil menunjukan ruang kepala sekolah yang ada diruang itu juga yang hanya dihalangi oleh rak buku, gue pun masuk menuju ke tempat yang ditunjukan ibu guru tersebut
Sesampai di ruang itu gue disambut seorang lelaki, yang rupanya kepala sekolah itu adalah beliau,setelah menjabat tangan bapak kepala sekolah itu gue memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangan gue. Beliau menyambut dengan antusias dan menanyakan tekhnis pelaksanaan dan pembiayaannya bagaimana, negoisasi berlangsung dan akhirnya DEAL
“nanti saya hubungi ya, ada nomor kontaknya kan?” katanya sambil meraih proposal penawaran kerjasama yang tadi gue berikan kepadanya.
“ada pa, ini nomor saya” kata gue sambil menunjukan nomor HP gue yang ada disana. Beliau mengangguk dan akhirnya gue pamit mundur dengan puas
Hari ini gue dua kali menang, pertama berhasil mengalahkan rasa takut gue, dan kedua, berhasil menjalin kerjasama dengan SD Negeri Kp. Sawah 2. Ciputat, ternyata ketakutan yang tadi mendera gue tidak gue temukan disana, gue takut kepada sesuatu yang ngga ada. Ternyata cara menghadapi rasa takut itu adalah dengan menghadapinya.

Itu adalah trik gue saat menghadapi takut, ambil nafas dalam-dalam, keluarkan lewat belakang dan jangan lupa ucapkan basmallah untuk mulai melakukan sesuatu, begitu yaa…
Kerjasama yang terjalin antara lembaga Pendidikan Sempoa “Aku Anak Pintar” dengan SD Negeri Kp. Sawah 2 berlangsung tidak lama, mungkin setahun pelajaran gue rada-rada lupa dibagian ini, tapi hasilnya alhamdulillah ada kelebihan 1.5 juta dari sana setelah membayar anak buah yang mengajar di SD tersebut, Demikian.

0 comments:

Poskan Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus