Sabtu, 05 Desember 2015

Perilaku culas driver GO-JEK kibuli perusahaan buat dulang rupiah

Iming-iming penghasilan hingga jutaan rupiah membuat ribuan orang berbondong-bondong mendaftar menjadi driver GO-JEK. Ada yang beralasan untuk mengisi waktu luang, mencari uang saku selama menjalani pendidikan sampai membantu keluarga. Apalagi, aplikasi ojek online mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Perkembangan ojek aplikasi yang terus meningkat ditambah jumlah driver yang selalu bertambah membuat persaingan semakin ketat. Segelintir orang yang merasa tak bisa bersaing pun mencari jalan singkat agar tetap mendapatkan pundi-pundi rupiah, salah satunya mengakali order yang diberikan perusahaan.

Perusahaan GO-JEK Indonesia yang mengetahui kecurangan para driver tak diam begitu saja, mereka lantas melacak driver yang berbuat curang tersebut. Hasilnya, ditemukan sekitar 7.000 orang yang ditengarai berusaha menipu perusahaan dengan membuat order fiktif.

Menurut CEO PT GO-JEK Indonesia, Nadiem Makarim, informasi mengenai kecurangan tersebut berasal dari para driver GO-JEK yang jujur. Dari laporan itu, Nadiem berusaha melacak order-order mana saja yang bersifat fiktif dan mendapatkan subsidi dari perusahaan tanpa melaksanakan pekerjaannya.

"Selama dua bulan ke belakang, hampir setiap hari saya menerima puluhan komplen dari driver-driver jujur mengenai banyaknya rekan-rekan GO-JEK yang menyalahgunakan subsidi perusahaan dengan membuat ratusan order fiktif dengan akun palsu. Para driver GO-JEK yang setiap hari bekerja keras dan jujur sangat kecewa dan bingung kenapa driver yang nakal tersebut tidak ditindak oleh perusahaan," tulis Nadiem dalam akun Fanpage GO-JEK, Rabu (2/12).

Setelah melakukan pelacakan dan menemukan driver-driver nakal, perusahaan memutuskan untuk menghentikan sementara order terhadap para driver. Apalagi, peringatan sudah berkali-kali dilakukan dengan menyatakan tidak akan menolerir tindakan penipuan terhadap perusahaan.

"Driver-driver yang telah kami suspend adalah driver-driver yang telah kami buktikan telah membuat order fiktif. GO-JEK telah mengamati hal ini cukup lama dan memiliki bukti kuat terhadap setiap individu terkait. Kami telah memberikan peringatan beberapa kali bahwa GO-JEK tidak akan pernah menolerir kecurangan ini."

Nadiem menambahkan, GO-JEK memberikan kesempatan kedua bagi driver yang memiliki komitmen untuk tetap membawa bendera GO-JEK, salah satunya adalah dengan membayar ganti rugi. Tindakan tegas itu dilakukan karena perusahaan meyakini mereka telah bertindak culas.

Lalu, apa respon para driver setelah mendapatkan hukuman dari perusahaan?


source : Merdeka.com 

0 comments:

Posting Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus