Senin, 26 Oktober 2015

Kiwil…

Swanish's Love Story - Part 4


Ada yang mengganggu dipikiran gue saat dekat Shopie, rasa ngga’ nyaman karena dia itu selalu cerita tentang temannya si Kiwil, begitu dia memanggilnya, entah siapa lagi orang itu, yang pasti dia itu menambah saja deretan antrian gue buat mendapatkan dia
"Den, tadi gue ke stasiun Serpong..." katanya membuka pembicaraan saat itu
"ngapain? " kata gue setengah penasaran, setengah lagi ngga’ peduli

"nganter si Kiwil.."katanya sambil memandang gue, anjriiit nama itu lagi, sumpah gue ngga’ suka dah, dia ngga’ tau apa kalo gue ngga’ suka, gue cemburu nong...
"nganter beli tiket, dia mo ke Jogja katanya" sambung dia, hmmm bodo amat sii gue mo ke akherat juga ngga’ peduli gue. Untungnya dia akhirnya mengalihkan pembicaraan ke arah lain, cerita tentang "kita", gue dan Shopie, cerita tentang masa depan hubungan kita yang ngga’ jelas ujungnya.
Kiwil ternyata yang ini...
Bukan Yang Ini :D
Gue kadang heran ama pikirannya Shopie yang sepertinya ngga’ pernah mengerti apa yang ada di otak gue, dia ngga’ pernah mikir apa emang ngga’ ada pikirannya kali ya, seringkali dia menyakiti secara sengaja mungkin buat ngetest gue sejauh mana gue bisa bertahan sama dia, dia sering nyakitin gue secara ngga’ sadar, seperti menceritakan teman-teman cowo'nya seperti si kena guna-guna sama kawan juga si Kiwil itu yang gue belom pernah ngeliat rupanya, Si Salam supervisor pastry, Muhidin security, dan ada beberapa lagi.

Suatu sore gue jalan dengan Shopie, setelah dia pulang kerja gue ajak dia untuk makan bakso di Tak Terduga, atau disingkat bakso TT (read: bakso tete) dari perapatan Ciseeng ambil kanan ngga’ jauh dari situ adanya ada di sebelah kanan.
"Den, kerumah teman gue dulu yuu..." katanya, gue menoleh kebelakang
"dimana rumahnya?"
"naah itu di depan, katanya menunjuk rumah yang ada di sebelah kanan, gue berhenti  tepat didepan rumah itu, Shopie masuk ke pekarangan rumah itu lalu memanggil-manggil, bukannya Assalamualaikum dulu ya...
“will...will..... begitu katanya, tak lama pintu rumah itu terbuka nampak seorang cewe' berdiri di ambang pintu, sepertinya mukanya familiar, tapi siapa ya...
Den, ini teman gue Kiwil...yang sering gue ceritain itu, dulu dia juga kerja di Swanishkata Shopie, busyeeet, ini yang namanya si Kiwil itu...cewe'...?? ngga’ seperti bayangan gue ternyata, mengapa ya dari kemarin gue cemburu sama makhluk yang namanya Kiwil, yang ternyata adalah seorang cewe', haduuuh...gue pikir si Kiwil itu cowo' coy, apa karena gue keingetan Kiwil yang ada di tipi itu ya? yang ngomongnya di mirip-miripin almarhum  Zainudin MZ, kayanya itu dah. Akhirnya gue pasang senyum manis aja buat menutupi muka bloon gue
Gue menjabat tangan si Kiwil, cewe' hitam manis berambut ikal-ikal kriwil, apa mungkin namanya Kiwil diambil dari rambutnya yang kriwil-kriwil ya pikir gue sambil melihat rambut nya, gue menjabat tangan Kiwil sambil menyebutkan nama gue, dia menyebutkan namanya juga
“Dwi... begitu katanya, tiba-tiba gue inget dimana gue sering melihat dia, di Nevar, gue juga sering liet kalo dia baru berangkat naik mobil odong-odong, istilah buat angkot berjaket disini.
“Alumni Nevar ya, Wi? kata gue nanya Dwi, memastikan apa benar bayangan yang ada di otak gue
“iya, lo alumni Nevar juga? katanya balik nanya
“iya...waktu gue kelas 1 lo udah kelas 3..kata gue ke Dwi sambil menoleh ke Shopie.
“naah lo, nyambung dah... kata Shopie mengomentari percakapan gue ama si Dwi, Dwi senyum aja
Akhirnya kita terlibat pembicaraan yang lumayan serius, walaupun obrolan basa-basi sebenernya, menceritakan bagaimana gue kenal si Dwi, soalnya Dwi ngga’ kenal sama gue walaupun adik kelasnya, maklumlah, orang yang super imut (item mutlak) kaya gue pasti ngga’ ada yang bakal kenal, kalaupun kebetulan ada yang ngenalin gue pasti heran, ini orang apa areng koq item banget ya.
“gue mo makan bakso Wil, ikut yuu... ajak Shopie
“ayo deh, lain kali aja, masih ada kerjaan gue..lagian ngga’ enak ganggu entar kata Dwi, iyalah ganggu aja lo Wi, kata gue dalam hati, akhirnya setelah pamitan motorpun gue gas sekenceng-kencengnya dengan kecepetan 5 km/jam, ini kecepatan wajib kalo orang pacaran ya, eh emang gue pacaran ngga’ sii sebenarnya sama Shopie, soalnya kemarin waktu penembakan sakral gue tanya
“jadi kita jalan ni...?”
“ya udah..” katanya begitu, apa itu artinya?

Jujur buat gue itu artinya gue jalan sama Shopie setidaknya itu keinginan gue, menyenangkan sekali tidak ada kata-kata yang bisa gue gunakan untuk melukiskan semua rasa gembira dihati gue, gue seneeeeng….
Akhirnya mimpi-mimpi, khayal dan imajinasi gue mempunyai wajah, wajah yang cantik dengan senyum manis yang melekat disana, wajah Shopie.

next story......

0 comments:

Poskan Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus