Senin, 26 Oktober 2015

Yang Terlupakan

Swanish's Love Story Part 12
 

Ada hal yang terlupakan saat gue terlalu fokus sama Shopie yaitu gue jadi ngga’ terlalu perhatian sama teman-teman sales gue, terutama Suratno yang dulu masuk Swanish bareng gue, baru tau kalo dia punya kebiasaan jelek yaitu judi, biasanya mereka main di warung si teteh Anu bareng sopir dan ada juga sales siang yang ikutan kumpul entah mereka ikutan main atau cuman melihat saja, mungkin ada sekitar sebulan mereka judi terus dan ngga’ lama terdengar kalo Suratno melarikan uang setoran, dia kabur dan jadi buruan Polsek Gn. Sindur, gue sii yakin dia ngga melarikan uang setoran, tapi uang setorannya sudah habis di meja judi, tapi untungnya kasus ini akhirnya terlupakan begitu saja.

Ada lagi cerita tentang teman gue yang satu lagi, si Aki Husin yang pernah jadi partner driver gue di jalur Bandung, dia percaya dengan sebuah mitos yang terjadi bila menabrak kucing akan mendapatkan sial, bukan cuma dia yang percaya hal ini, sebagian besar teman gue demikian di Swanish
Ternyata mitos kadang lebih kuat dari logika yang bisa digunakan, pernah suatu hari dia  pulang dengan membawa bangkai kucing yang dibungkus dengan bajunya, sengaja dibawanya pulang ke Swanish untuk dimakamkan dengan layak di TPBTI (Tempat Pemakaman Binatang Tanpa Identitas), karena kebetulan disaat kecelakaan terjadi si Kucing kebetulan tidak bawa identitas sama sekali, KTP, SIM ngga’ punya, bahkan dompetpun dia ngga’ bawa, #eeet, karena takut dengan mitos tersebut yang bagi beberapa orang sangat kuat pengaruhnya walaupun menurut gue ngga’ ada hubungannya antara nabrak kucing dengan nasib sial, bukankah takdir baik dan takdir buruk Allah yang menentukan.
Ada yang ngga’ enak kelanjutan cerita menabrak kucing ini, walaupun kejadiannya ngga’ berurutan sebenarnya, si Aki menabrak orang di Bandung, meninggal mungkin atau koma mungkin juga, atau bisa juga bisa cuma sekedar luka lebam tidak ada kejelasan tentang korban itu, si Aki kabur karena ketakutan meninggalkan korbannya terkapar disana, kalaupun meninggal mengapa ya ngga dibungkusnya dengan bajunya lalu dibawa pulang seperti dilakukan pada kucing itu.
Kadang manusia lebih takut dengan mitos kesialan yang akan menimpanya daripada dosa yang telah jelas-jelas dilakukannya. Sebagai manusia yang hidup di abad modern gue ngga’ percaya dengan hal-hal yang demikian, mungkin karena sedari kecil gue ngga’ diajarkan untuk  percaya dengan mitos, takhyul dan teman-temannya oleh kedua orang tua gue, mereka memang selalu menekankan hal-hal yang demikian, Mitos, takhyul dan lain sebagainya bisa jadi jalan ke arah kemusyrikan, demikian penuturan bokap gue.

Mirip-mirip dengan cerita si Aki terjadi juga dengan teman sekampungnya, Bang Yudi, dia melindas orang saat ngirim roti, Na’udzubillah min dzalika, tapi menurut penuturannya itu bukan dia yang menabrak tapi mobil didepannya, sedangkan dia hanya melindasnya karena mobil depan dengan mobil yang dibawanya jaraknya dekat, Astaghfirullah merinding gue kalo membayangkannya, karena kejadian itu bang Yudi nampak terpukul sekali dan terlihat depresi, akhirnya dia memutuskan untuk pindah jalur dari jalur agen yang malam pindah ke jalur retail yang jam kerjanya siang.

0 comments:

Posting Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus