Senin, 26 Oktober 2015

KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN FISIK DAN MOTORIK ANAK SD/MI



Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan fisik adalah proses perkembangan fisik/jasmani anak yang berlangsung kurang lebih selama dua decade (dua dasawarsa) sejak dia lahir, semburan perkembangan (spurt) terjadi pada masa anak menginjak usia remaja antara 12 atau 13 tahun hingga 21 atau 22 tahun. Pada masa perkembangan berlangsung beberapa bagian jasmani seperti kepala dan otak yang pada waktu dalam rahim berkembang tidak seimbang (tidak secepat badan dan kaki) mulai menunjukan perkembangan yang cukup berarti hingga bagian-bagian lainnya menjadi matang.

Pertumbuhan Motorik
Dalam psikologi kata motor diartikan sebagai istilah yang menunjukan pada hal, keadaan dan kegiatan yang melibatkan otot-otot dan juga gerakannya demikian pula kelenjar-kelenjar juga sekresinya (pengeluaran cairan) secara singkat motor dapat pula dipahami sebagai segala keadaan yang meningkatkan atau menghasilkan stimulasi atau rangsangan terhadap kegiatan organ-organ fisik.

Tahapan Pertumbuhan Fisik dan Pertumbuhan Motorik Anak Usia SD/MI
Manusia adalah makhluk yang selalu berkembang, bermula dari kandungan, lahir kemudian dewasa, tua dan meninggal.
1.       Masa Natal
Masa natal adalah masa dimana manusia memasuki tahap dalam kandungan sampai 1 bulan, masa natal terbagi menjadi 2 tahap, yaitu:
a.       Preonatal (dalam kandungan sampai dengan dilahirkan.
b.      Neonatal (masa lahir sampai dengan satu bulan).
Aktifitas gerak pada masa ini meliputi gerak reflek sederhana meliputi:
a.       Gosok menggosok
b.      Menggenggam
c.       Membengkok
d.      Meluruskan
e.      Mengatur sikap
2.       Masa bayi (infancy)
Masa bayi adalah masa sejak individu dilahirkan sampai berusia 1 tahun atau 2 tahun, tingkah laku meliputi tingkah laku yang disadari serta dikendalikan dengan otot secara bertahap berkembang kerah chephacaudal proximosdital yaitu bagian kepala kepala, leher, togok sampai kekaki dan juga dari togok kebagian samping belakang, beberapa tingkah laku ini meliputi merangkak, menggulung, berjalan, serta mengenggam yang disadari, pada masa ini gerakan yang terjadi meliputi:
a.       Mengangkat bahu (1 bulan)
b.      Mengangkat dada (2 bulan)
c.       Duduk dengan bantuan (4 bulan)
d.      Duduk dipangkuan (5 bulan)
e.      Duduk sendiri (7 bulan)
f.        Berdiri dengan bantuan (8 bulan)
g.       Berdiri dengan berpegangan (9 bulan)
h.      Merangkak (10 bulan)
i.         Berjalan dibimbing (11 bulan)
j.        Berdiri sendiri (11 bulan)
k.       Berjalan sendiri (15 bulan)

3.       Childhood
Pertumbuhan pada masa kanak-kanak ditandai dengan pertumbuhan yang lambat dan relative stabil, walau bagaimanapun juga tulangnya masih lemah, pola gerakannya meliputi:
a.       Berjalan kesamping
b.      Berlari dengan pelan
c.       Berjalan
d.      meloncat kira-kira 40 – 80 cm

4.       Children (masa kecil) dan 5. Child (masa anak-anak)
Pada masa ini anak kecil perkembangan fisiknya berada pada suatu tingkatan dimana secara organisme telah memungkinkan utuk melakukan beberapa macam gerakan dasar dengan beberapa variasinya. Gerakan berjalan dan memegang yang telah dilakukan pada masa bayi dan dikuasai pada saat anak kecil, selain makin dikuasai pada saat anak kecil hasil ini merupakan hasil dari pengembangan gerakan berjalan dan memegang.
a.       Berjalan
b.      Mendaki
c.       Meloncat
d.      Menyepak
e.      Melempar
f.        Menangkap
g.       Memantulkan bola
h.      Memukul
i.         Berenang
j.        Memanjat

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik anak usia MI/SD

Ada empat faktor yang mempengaruhi fisik dan perkembangan motorik anak yang juga memungkinkan campur tangan orang tua dan guru dalam mengarahkannya, yaitu:
a.       Pertumbuhan dan perkembangan syaraf (nervous system)
System syaraf adalah organ halus dalam tubuh yangterdiri atas struktur jaringan serabut syaraf yang sangat halus dan berpusat di central nervous system, yakni pusat system jaringan syaraf yang ada di otak (Reber, 1988)
Pertumbuhan syaraf dan perkembangan kemampuannya membuat intelegensi (kecerdasan) anak meningkat dan mendorong timbulnya pola-pola tingkah laku baru, semakin baik perkembangan kemampuan system syaraf seorang anak akan semakin baik dan beraneka ragam pula pola-pola tingkah laku yang dimilikinya, namun uniknya berbeda dengan organ tubuh lainnya, organ system syaraf apabila rusak tak dapat diganti ataubtumbuh lagi


b.      Pertumbuhan  otot-otot
Otot adalah jaringan sel-sel yang dapat berubah memanjang dan juga sekaligus merupakan unit atau kesatuan sel yang memiliki daya mengkerut (contractile unit), diantara fungsi – fungsi pokoknya ialah sebagai pegikat organ – organ lainnya dan sebagai jaringan pembuluh yang mendistribusikan sari makanan (Reber, 1988). Peningkatan tonus (tegangan otot) anak dapat menimbulkan perubahan dan peningkatan aneka ragam kemampuan dan kekuatan jasmaninya.

c.       Perkembangan dan pertumbuhan fungsi kelenjar endokrin (endocrine glands)
Kelenjar adalah alat tubuh yang menghasilkan cairan atau getah, seperti keringat, kelenjar endotrin secara umum merupakan kelenjar dalam tubuh yang memproduksi hormon yang disalurkan keseluruh bagian dalam tubuh melalui aliran darah, lawan endokrin adalah eksorin (exocrine) yang memiliki pembuluh tersendiri untuk menyalurkan hasil sekresinya (proses pembuatan cairan atau getah) seperti kelenjar ludah (Gleitmen,1987). Perubahan fungsi kelenjar- kelenjar endokrin akan mengakibatkan berubahnya pola sikap dan tingkah laku seseorang terhadap lawan jenisnya.

d.      Perubahan struktur jasmani
Semakin meningkat usia anak akan semakin meningkat pula ukuran tinggi dan bobot serta proporsi (perbandingan bagian) tubuh pada umumnya, perubahan jasmani ini akan banyak perpengaruh terhadapperkembangan kemampuan dan keakapan motor skill anak, kecepatan berlari, kecekatan bergerak, kecermatan menyalin pelajaran,keindahan melukis dan sebagainya akan terus meningkat seiring dengan proses penyempurnaan struktur jasmani. Pengaruh perubahan fisik seorang anak juga akan tampak pada sikapdan perilakunya terhadap orang lain, karena perubahan fisik itu sendiri mengubah konsep diri (self-concept)



Upaya-Upaya Mengoptimalkan Pertumbuhan Fisik Dan Perkembangan Anak Usia SD/MI

 Penulis rubrik pendidikan Korey capozza menyarankan sembilan cara untuk membina dan meningkatkan IQ anak, yaitu:
a.       Beri ASI
b.      Belajar music
c.       Tingkatkan kesehatan
d.      Permainan
e.      Menolak junk food
f.        Memupuk rasa ingin tahu
g.       Membaca
h.      Sarapan
i.         Bermain permainan asah otak

0 comments:

Posting Komentar

sempatkan untuk komentar bentar ya... ;)

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus